Puisi
Gulana
Seluruh urat nadiku berkecamuk Merobek setiap sudut sel tubuhku Lirih getir menyayat hati Mendobrak setiap batas kemampuanku Oh aku hampir gila dengan sebuah rasa yang menikam setiap desah nafasku ini. Ingin sekali ku terabas semua batas waktu yang menjadi dinding tebal antara kita. Entah sampai kapan bisa kusimpan rapat rasa yang setiap saat bisa menghujam, […]
Geram
Kau tahu? Ingin kubenamkan setiap noktah tentangmu. Setiap sel nyawamu menyayatku. Tajamnya lidahmu menggores setiap urat segar tubuhku. Kau tahu? Ingin kulumat setiap gumpalan darahmu. Kubiarkan hancur sampai lebur. Kubunuh setiap jengkal akal busukmu yang membatu. Dan kau tahu? Kini kau tak lebih dari seonggok daging renta tak berdaya. Keagungan atoma fanamu pudar tak bersisa. […]
Gamang
Kutatap nanar lekuk tulang rahangmu Lukisan wajah memenuhi akal warasku Semburat senyum penghias roman muka Perlahan siluet itu merenggang Kabur terbawa hembusan bayu Meninggalkanku kelu sendiri terpaku Sanggupkan diri ini menghiasi hari Tanpa hati terisi Lemah ragaku bak daging tak bertulang Terhempas di padang ilalang tak bertuan Akankah setitik asa akan tiba lagi? Aku tak […]
Nyandhing Sliramu
Manunggaling Jiwa Reseping lathi Kajumput seka luhuring budhi Bobot, bibit lan bébét Pinilih kudu kanti tetes, titis lan tétés Amarga kanggo bebarengan ngukup donya Mikul dhuwur mendhem jero Sesandingan selawasé Nglengkapi kaluwihan lan kekirangan sisihan Bebrayan, sesarengan angrumat bibit ingkang saé Ingkang saget njunjung bapa biyungé Damel gegondelan wonten donya dumugi akhirat Gieska Sala, 24 […]
Cinta Disudut Hati
Hei…junjunganku Bak manusia kaku Tak sedikit pun kau ucap rindu Lenyap sudah romansamu Ikat aku dengan gamang Leburkan setiap sel mengungkung nadi Ah inilah aku, akan terus membelaimu Dengan segenap wangi tubuhku • Hei…pedusiku Moleknya tubuhmu menggantung rindu Luhurnya budi menumpulkan nalar Manisnya senyum mengunci hati Bukan sekedar onggokan daging resi Isi otakmu kumpulan senyawa […]
Dari Tangan Kekarmu
Tangan kepalmubtanda keteguhan hatimu. Aroma peluh menyengat erat sampai sekarat. Banyaknya kerutan menggores hingga nanar menggelepar. Walau penuh kesusahan pantang menengadah tangan. Walau payah kau ‘tak kan menyerah, merangkap darma buya. Harimu selalu panjang… Kau suguhkan kesempurnaan dari setiap detik ketidak sempurnaanmu. Mendabikkan dada diantara sekawanan lama, telah memikili aku. Argh…aku rasa ‘tak berguna. Aku […]
Sebuah Ungkapan Rasa
Sangkar maduku Setitik noktah berjuta kenikmatan Denganmu kutelanjangkan Segenap mantik, nurani dan sukma kupersembahkan Pejantan tangguhku Padamu kuberikan raga lemah penuh kemolekan Kujernihkan hatimu dengan sentuhan Limpahan sayang tak berkesudahan Tempat menitipkan sebagian ruh Bersama menikmati pahit getirnya fana Tak ada yang sanggup menjadi pengimbangmu Bagiku, kamulah kesempurnaan Denganmu kumampu menggenggam dunia Lukisan rasa syarat […]
Nyai
Marilah mari…o, Pedusi Lenggok sana lenggok sini Sekumpulan orang menari Kujadikan kau Nyai Mawar kenanga semerbak menggoda Selendang jingga membalut raga Kembang mayang berdendang di pelaminan Mengirimi tembang sejuta kenangan Pedusi kini bernyanyi Lagu merdu kembang hati Pedusi pun menghampiri Tanpa benang menutupi Bolehkah kupanggil kau Nyai? Pembangkit mimpi Melebur rasa Menggoda sukma Solo, 28.02.2017 […]
Sebuah Ungkapan Rasa
Sangkar maduku Setitik noktah berjuta kenikmatan Denganmu kutelanjangkan Segenap mantik, nurani dan sukma kupersembahkan Pejantan tangguhku Padamu kuberikan segala lekuk penuh kemolekan Kujernihkan hatimu dengan ciuman Limpahan sayang tak berkesudahan Tempat menitipkan sebagian ruh Bersama menelan pahit getirnya fana ‘Tak ada yang sanggup menjadi pengimbangmu Bagiku, kamulah kesempurnaan Denganmu kumampu menggenggam dunia Lukisan rasa syarat […]
Duhai Perem(t)uan
Lembutnya hati tak berarti lemahnya takah Lirihnya tutur tak berarti otaknya tumpul Berjuta mawar tak mampu wakilkan segala keindahan Tajamnya mata tunjukkan luasnya dunia Kuasamu atas dirimu kini melemahkanmu Dalam kepatuhanmu tersemat kesigapanmu Dalam kelemahanmu tersemat segala resistensimu Kamu bisa melebihi sebenarnya kamu Mendobrak batas tanpa kehilangan sempadan O, Tuan, ternyata molek tanpa kecendekiaan itu […]